Mesin Pencari

Artikel lainnya

Wednesday, October 27, 2010

:. Catatan Motogp Don MioLo

Rossi Permainkan Lorenzo

3206catatan-miolo---dppi.jpgPelajaran buat Jorge Lorenzo! Andai gak tunggang-langgang sembari koprol di gravel, tetap berat buat Lorenzo berlaga di seri 15. Dari semua sesi di sirkuit Phillips Island, Australia, kontras dengan Valentino Rossi. Sejak latihan pertama sampai QTT, catatan Lorenzo nyaris kalah satu detik dengan The Doctor. Tidak biasa, memang. Biasanya, tipis.

Jangan-jangan itu buntut sinetron Rossi di seri Portugal, dua minggu lalu. Namanya juga jangan-jangan. Sama saja dengan kira-kira. Orang Jakarta bilang, kirain! Saat itu, Rossi mencak-mencak setelan Yamaha M1-nya. Diduga, itu kaligus menyudutkan Yamaha. “Pokoknya akan ada kejutan,” janji Davide Bravio, manajer Fiat Yamaha Team.

Manajemen Fiat Yamaha lewat Bravio mengultimatum, akan meredam ‘permusuhan’ di kubu yang sama, paddock berbeda itu. Bravio berjanji usai seri 14 akan menyelidiki keluh-kesah Rossi. Hasilnya, ada yang berubah. Itu dia, M1 Lorenzo yang di semua sesi kalah dengan Rossi. Itu hanya kirain, bos. Selanjutnya, sampeyan pasti nonton siaran langsungnya.

Bandingkan dengan M1 Rossi yang sejak sesi latihan Jumat, sehat euy! “Tidak perlu ngotot mengejar podium pertama di seri ini. Itu milik Stoner. Sirkuit ini butuh mesin cepat. Stoner dan Ducati bisa melakukan itu. Yang penting poin,” papar Rossi dengan wajah biasa-biasa saja.

Sebelum lomba, memang Rossi dapat kabar duka. Bahwa, ayah tirinya bunuh diri dengan pistol. Itu asli, bukan main-main. Rossi mengaku terganggu. Sangat terganggu.

Di sisi lain, Lorenzo tetap bernafsu. Dia tidak mengira kena perangkap politik ala MotoGP, khususnya Fiat Yamaha. “Jangan tanya soal peluang. Tolong tanyakan kesehatan usai terjatuh. Itu yang lebih penting. Tangan cuma lecet sedikit dengan kejadian ini,” elak Lorenzo yang baju balap bagian pundaknya ancur tergesek aspal.

Lorenzo sebenarnya mampu mengatasi senggolannya dengan Nicky Hayden. Itu masalah biasa usai start. Persoalannya, Lorenzo tak mau jauh-jauh ketinggalan Rossi. Lorenzo malah tidak mengurangi kecepatan saat insiden. Dia tetap berusaha kembali ke racing line dengan betot gas.

Padahal, posisi motor tidak menguntungkan. Lorenzo berada di jalur yang jarang dilewati. Wilayah itu kotor dan tanpa bekas kompon yang membuatnya licin. Jika dia memperlambat M1, niscaya tidak mencium sirkuit. Konsekuensinya, posisinya pasti melorot jauh. Itu namanya nafsu.

Aktor yang pemancing nafsu Lorenzo, tentu saja Rossi. Rossi mempermaikan jam terbang Lorenzo yang masih dangkal. Saat ini, Rossi pemain sinetron MotoGP paling sakses. Juga paling termahal. Tentu saja kaya untuk hidup dari balap motor.

Bagi Rossi, kalah kecil di Portugal, akan menang besar di Oztralia. Kailnya dapat ikan besar. Total poinnya jadi 270 atau meninggalkan
Lorenzo 38 poin.

Modal besar.

Foto : DPPI

:. Valentino Rossi Vs Yamaha

HABIS MANIS SEPAH DIAMBIL DUCATI

5364valentino-rossi---fyt.jpgAkhirnya, usai GP Ceko, terucap kata cerai antara Valentino Rossi dengan Yamaha. Di usia ke-31, 2011 nanti, Rossi putuskan tetap di MotoGP sama Ducati. Kisah Rossi di Yamaha kayak pepatah: "Habis manis, sepah diambil orang". Dendamkah Rossi pada Yamaha seperti kala ia tinggalkan Honda?

Ini kali kedua ‘The Doctor' didepak ‘Bosnya'. Pada 2004 Honda menolak mengakui RC211V mereka kencang karena kehebatan sang joki. Kini Yamaha lebih memilih ‘daun muda' pada diri Jorge Lorenzo dan Ben Spies, daripada Rossi yang dinilai sudah mulai rapuh. Intinya, Yamaha atau Honda merasa bisa meriset motor tanpa bantuan Rossi.

Ini menarik. Coba tanya, betulkah Rossi gak manis lagi? Apa betul Lorenzo dan Spies bisa bikin M1? Apalagi 2012 MotoGP pakai motor baru, 1.000 cc. Soale Honda pun gagal transfer sukses RC211V olahan Rossi saat ngembangin RC212V dipandu Nicky Hayden atau Dani Pedrosa.

Rossi sedikit menyindir. Ia merasa Yamaha melupakan kerjanya sejak 2004. "Sulit menjelaskan dengan singkat hubunganku dengan Yamaha 7 tahun ini. Banyak yang berubah sejak 2004," ujarnya.

Hubungan Rossi dengan YZR-M1 amat dalam. Ia menyebut M1 layaknya wanita kekasihnya. "Dia, M1-ku, banyak berubah. Dulu ia motor kelas menengah menyedihkan. Setelah aku bantu tumbuh dan berkembang, ia kini tersenyum di garasi. M1 kini diperlakukan bagai terbaik di kelasnya," urai Rossi.

Toh Rossi tak melupakan peran pendampingnya. Tersebut nama Masao Furusawa, Masahiko Nakajima, Hiroya Atsumi, wakil insinyur Yamaha. "Aku pun tak lupa Jeremy Burgess dan semua yang ada di garasiku. Ini saatnya melihat tantangan baru. Pekerjaanku di Yamaha sudah selesai. Aku mencintai M1. Tapi sayang, cerita cinta yang indah pun harus berakhir," miris The Doctor.

Setelah tak lagi berguna di Yamaha, toh Rossi masih dibutuhkan di Ducati. Ada isu Yamaha memilih Lorenzo, selain muda, karena gajinya tidak sebesar Rossi. Yamaha tak ingin memelihara dua pembalap dengan gaji terbesar di MotoGP.

"Atas nama Yamaha Motor Group, aku ingin mengucapkan penghormatan pada Valentino. Ia bergabung dengan Yamaha saat kami sulit, 11 musim tanpa gelar. Ia telah membantu kami mengembangkan M1," ungkap Lin Jarvis, manajer Yamaha.

Alasan yang agak mengada-ada. Sebab, saat bersama Rossi, Yamaha telah meraup banyak laba. Termasuk Yamaha Indonesia pun kecipratan untung dengan 'ikut menjual' Rossi. Kini, jika Rossi yang sudah dianggap ‘ampas' oleh Yamaha, masih bisa diolah Ducati, maka ‘Tim Merah' itulah yang ganti beruntung.

Catat! Musim 2011 nanti, Ducati akan menjual merchandise Italiano itu lebih banyak dari punya Lorenzo di Yamaha. Secara emosi, nilai jual Ducati-Rossi tinggi, mengingat mereka sama-sama asal Italia.

Kabar terakhir, Burgess dan Fiat memutuskan ikut Rossi ke Ducati. Jika ini terjadi, kekuatan dendam, skill mekanik dan joki, niat pabrikan untuk juara dan dana seabrek menyatu di Ducati.

Penulis/Foto : Aries/FYT

:. Catatan MotoGP Don Miolo

GAME OVER VS VICTORY

5850lorenzo-1-dppi.jpgGame over! Itu tulisan yang ditunjukkan Jorge Lorenzo, saat pasti juara dunia 2010 di sirkuit Sepang, Malaysia atau seri XV Shell Advance Malaysian Motorcyle Grand Prix, 10 Okteber kemarin. Hanya dua kata, memang.

Sepotong kardus bertuliskan game over. Tapi. punya maksud sejuta makna. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Itu bagi yang malas bicara dan menulis. Apalagi tidak terlatih dalam dua hal itu. Ditambah lagi buta huruf. Wekkss...!

Eiits... Mari dijabarkan dalam kalimat demi kalimat dalam catatan ini. Kata tidak bermakna sebelum jadi kalimat dan jadi tulisan utuh. Apalagi hanya tulisan dua kata game over. Pasti maknanya hanya tebak-tebakan. Ciluk baaa...

Intrik, politik, sinetron dan tetek bengek balap di luar dan di dalam sirkuit, telah selesai sampai di sini. Itu maksudnya, bos. Tamat! Sudah berakhir! Itu buat Jorge Lorenzo alias game over tadi untuk grand prix 2010. Stop bicara. Lha, anak SD juga tau tuh...

Di Sepang Lorenzo memastikan perjuangannya, sudah game over. Poinnya tidak terkejar oleh siapa pun di MotoGP, walau masih tersisa tiga seri.

Lorenzo seperti menyindir - mungkin Valentino Rossi - dan yang meragukannya sanggup menggapai juara dunia. Terbukti, Lorenzo pakai mahkota juara itu di kelas para raja alias premier class. Berhak memakai nomor start 1 musim 2011. Nomor yang tak pernah dipakai Rossi, walau dia berkali-kali jadi juara dunia.

Memang mimpi. Sejak membela Yamaha tiga tahun lalu, dia hanya pembalap pendamping The Doctor. Dalam tiga tahun pun, berbagai Sandiwara dijumpainya. Termasuk kudu memisahkan paddock dengan Rossi. Diakhiri intrik cabutnya Rossi dari Yamaha. “Ini kenyataan mimpi,” bilang Lorenzo yang lahir di Mar Mallorca, Spanyol 4 Mei 1987.

Mimpi yang sulit. Apalagi berkaca dari Dani Pedrosa, sesama pembalap Spanyol. Juga sesama mantan penguasa GP250. Direkrut tim besar Honda dan didesain jadi juara dunia. Tapi, sampai detik ini, Pedrosa tanpa mahkota di MotoGP.

Di saat sama, Lorenzo yang memulai karir di Jerez, Spanyol 2002 itu dikejar-kejar sesama Spanyol. Siapa lagi, kalau bukan Pedrosa. Keduanya berlomba samai prestasi Alex Criville. Prestasi yang dicetak satu dekade di arena balap prototipe oleh orang Spanyol.

Apalagi Criville mencetaknya bersama HRC. Penggemar balap motor Spanyol yang memang fanatik balap, lebih melirik Pedrosa ketimbang Lorenzo. Dari status aja, Pedrosa adalah pembalap utama. Sementara Lorenzo hanya pendamping Rossi di Fiat Yamaha Team.

Maka, Lorenzo dan krunya segera punya ide tulisan game over. Mereka malas berkata-kata dengan sinetron di sekitarnya. Dan mungkin sudah kehabisan kata-kata. Cukup dua kata, game over perjalanan seri 2010 yang melelahkan.

Tangkisannya Victory. Aaaa... ini juga punya jutaan makna pula. Tulisan yang diperlihatkan Valentino Rossi sampai di parkiran motor juara di Sepang. Jika Lorenzo pakai dua kata, Rossi cukup satu kata, Victory tadi. Sederhananya, kemenangan dan kejayaan.

Foto : DPPI

:. Catatan MotoGP Don Miolo

ROSSI TETAP PENGHIBUR

5932catatan-1---fyt.jpgDari mana pun posisi Valenetino Rossi, dia tetap kebut-kebutan. Balap baginya adalah atraksi, kalau perlu jadi sirkus. Bedanya, sirkus bisa ditebak arah hiburannya. Di balap, tidak ada yang bisa tebak jalannya lomba. Kecuali, tim order.

Aktraksi berarti tontonan wajib. Panitia balap alias promotor - di MotoGP dipegang Dorna - menjual aktraksi. Bagi Dorna, atraksi semacam industri. Secara kebetulan dekade ini muncul Rossi wajib sebagai aktor layak dijual. Balap laku, karena itu.

Era Michael Doohan, penonton sempat krisis. Rata-rata pengunjung langsung ke sirkuit Eropa cuma 60.000. Bahkan di Malaysia, pernah hanya 10.000 penonton. Era Rossi di Eropa melonjak 100 persen. Dan di Malaysia sendiri, rata-rata 60.000 penonton.

Tanpa begitu, balap kering kerontang. Balapan sendiri-sendiri, tanpa aksi susul. Yang di depan, di depan. Yang ke-2, ya, ke-2 saja sampai finish. Eh, yang benar salip-salipan atau salib-saliban? Ah, terserah yang enak diucapkan saja. Demokratis kok...

Rossi tidak sembarangan dijuluki The Doctor. Dia memang doktornya balap motor. Nanti, kalau dia pensiun sebut saja The Profesor. Dia banyak menciptakan teknik membalap lewat adegan nyata.

Kompetisi dan hiburan dijalankan bersamaan oleh Rossi. “Rossi pembalap besar. Dia kreatif,” kata Lin Jarvis, Direktur Yamaha Team ketika ke Indonesia.

Seri 16 Iveco Australian Grand Prix MotoGP di sirkuit Phillip Island, Australia, Rossi kembali sosok penghibur. Memang tidak berebut podium pertama. Hanya ‘becanda’ dengan Nicky Hayden untuk ke-3. “Podium ke-3 sejak start dari posisi 8, adalah prestasi. Apalagi melawan Nicky (Nicky Hayden),” kata Rossi sembari mengabarkan diizinkan Yamaha mengetes Ducati setelah seri Valencia.

Nicky Hayden sendiri petik hikmahnya atas kekalahan dari Rossi. Baginya, Rossi pemain sulit dipatahkan, walau finish telah di depan mata. “Dia kembali ambil alih posisi tiga, setelah dilewati. Lomba yang enak dinikamti. Tapi kurang keren, karena gagal podium,” timpal Hayden yang berharap dua Ducati podium di Australia ini.

Tiga seri ke belakang, seperti melihat Rossi menyulap penonton. Tepatnya, menghipnotis yang sedang marak di Indonesia. TKI pun dikibuli lewat hipnotis, karena ekonomi. Bedanya, Rossi menghipnotis lewat keterampilan balap.

Kira-kira seperti pesan. Rossi masih ada dan penghibur tanpa tanding di jagad balap motor. Pesan lainnya, pake motor apa pun, tetap jadi penghibur. Termasuk naik Ducati 2011, kaleee. Kecuali geber bebek... he...he...

Di sirkuit Motegi, Jepang, Rossi sengaja mengajak Jorge Lorenzo duel. Kali ini, Lorenzo mengatakan balapan yang berlebihan. Tapi, bagi penonton, itu enak disimak. Tontonan yang menarik.

Di Sepang tercecer dari urutan 11, hanya 10 lap telah sodok-sodokan dengan Adrea Dovizioso berebut podium pertama. Dari 10 pembalap yang dilewatinya, semua memakai manuver.

Yu, bayangkan, di MotoGP saat ini ada empat juara juara dunia MotoGP. Yakni, Rossi sendiri, Casey Stoner, Hayden dan kemarin, Lorenzo dinobatkan pemakai mahkota 2010. Berarti, ada tiga juara dunia dipencundanginya.

Sejak cedera bahu dan patah kaki nyaris bersamaan, dunia sanksi akan kehebatan Rossi. Apalagi patah kaki, cedera paling berat dalam karirnya. Pasti akan mengalami trauma hebat.

Foto : FIAT Yamaha Team

KARBURATOR KROM

KARBURATOR KROM
2010-09-08 00:41:30
5562variasi2.jpgUkuran : 24-34 mm
Merek : Koso
Harga : Rp 450- Rp 550 ribu
Alamat : Sinar Jaya
Jl. Otista Raya No. 39A Jakarta Timur
Telepon : (021) 8520153

:. SUZUKI SATRIA 120R 2002 (PONTIANAK)

BODI PLASTIK LIMBAH
Ubahan bebek yang ingin tampil layaknya moge sering atau umumnya mengandalkan jurus transexual. Artinya dengan membuatnya berubah total dan menjadi tampilan layaknya motor sport. Tapi, bagi Andy Salim, ingin mencicipi rasa moge namun dengan bentuk yang masih bebek atau ayam jago ala standarnya Satria 120R.
Memang beberapa komponen menggunakan limbah moge, tapi kalau itu saja rasanya kurang lah," kata Andy tentang apa saja komponen yang melekat di motornya ini.

Wajar bisa aplikasi banyak limbah karena memang terkenal sebagai pemasok di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat.


Tapi, hal paling dibanggakan Andy bukan hanya penggunaan komponen limbah tadi. Lebih pada customizing bodi yang memang cukup rumit dan juga mengejar tampilan motor besar.5733satria-nurfil-2.jpg

"Coba lihat bagian buntut, itu meniru buntut R1 lho. Selain itu juga punya keistimewaan di material dan proses pembuatan," lanjut anak muda bertubuh kurus ini. Malah bisa dikatakan bahwa jurus dilakukannya belum terlalu banyak yang bisa atau mencoba melakukannya.

Andy membuat buntut ini menggunakan bahan atau material bodi plastik. "Menggunakan sisa atau limbah bodi standar motor yang sudah enggak dipakai lagi," ungkap pemilik bengkel Evolution Motor Sport (EMS) di Jl. Adi Sucipto, No. A1, Pontianak ini.

Tentu saja membuat bodi baru dengan bahan ini perlu ketelitian. "Sebab membentuknya dengan menyambung antar plastik menggunakan solder," timpal Agus Salim, kakak Andy yang juga pimpinan EMS.

Setelah tersambung, dilakukan pengampelasan ulang supaya seluruh bodi baru tadi menjadi halus. "Kalau nggak diampelas bisa kasar banget permukaanya, terutama di bagian sambungan," beber Agus yang aktif di komunitas Kawasaki Ninja Pontianak ini.

Langkah terakhir tentunya didempul ulang sebelum diberi lapisan cat. "Bodi plastik lebih kuat dan bagus dibandingkan fiber," promo mereka kompak.

Merasa kurang jika hanya main bodi aja, untuk beberapa variasi juga dibuat karena ingin desain dan tampilan yang unik. Misalnya model lampu utama. "Kesan yang ingin ditampilkan adalah menjadi motor yang terlihat modern," kata Andy tentang komponen penerang ini.

Dari segi bentuk, sedikit menjurus motor konsep. "Karena memang desain yang dicari harus semodern mungkin," bangga anak muda ini. Selain itu karena sudah menggunakan LED, maka begitu lampu dihidupkan, tampilan yang disuguhkan jadi lebih keren!

Menyala!

DATA MODIFIKASI

Pelek : Axio
Ban depan : Dunlop 110/70-17
Ban belakang : Vee Rubber 130/70-17
Swing-arm : Aprilia RS125
Setang : Suzuki GSX R- 750
Handle rem : Ride It
Gas spontan : Kawasaki ZX 14R
Kaliper : Honda CBR 1000RR
Upside down : Honda CBR 1000RR
Head lamp : Custom
Stop lamp : Bajaj Pulsar
Knalpot : PDK Shark
EMS : 0852-4505-5855

Penulis/Foto : Nurfil

:. Honda Tiger 1997 (Purwokerto)

STREET FIGHTER BLINK-BLINK

5728honda-tiger-1.jpgSiswo Winoto, builder Win’s Paddock (WP) Purwokerto, Jawa Tengah kembali munculkan kreasi pengembangan WJS. Gaya yang berhulu pada streetfighter Eropa ini coba dikemas dengan nuansa blink-blink eksotis. Olahan kreativitasnya dihadirkan pada Honda Tiger punya Agung Wicaksono. “Coba kemas dengan style ala negro,” terang wiwin, panggilan akrab Siswo Winoto.5729honda-tiger-2.jpg

Sesuai dengan tema blink-blink, pilihan warna tentu jadi penentu. Wiwin mengaku lebih mengejar kesan elegan dan fotogenik, bukan sekadar enak dipandang. Bukan juga hanya buru sangar yang jadi khasnya streetfighter.“Makanya, sengaja menonjolkan warna tajam, ya kaya oranye ini. Paduan dengan putih bikin motor terlihat resik dan cantik,” buka modifikator yang mangkal di Jl. Sunan Ampel No. 9, Pabuaran, Purwokerto ini.

5730honda-tiger-3.jpgHebatnya, kelir menawan ini hanya bermodal cat biasa. Menangkis kesan ingin bagus musti modal banyak. “Saya cuma pakai Lesonal Orange dan polired Sikkens. Pakai cat murah tapi kalau meraciknya pas hasilnya bakal bagus,” bangga builder yang dibantu Indra crew andalan WP.

Modal kombinasi warna ngejreng tadi dipadu dengan krom, biar kinclong. Kan temanya blink-blink. Jadi musti kinclong kan? Untuk bagian ini Wiwin kolaborasi dengan Yudha Croom Purwokerto yang memang jagonya krom.5731honda-tiger-4.jpg

Selain pemilihan warna, kejelian Wiwin tampak pada penempatan komposisi warna. Contohnya pada grafis hitam dan putih pada shroud atau sayap tangki. Selain memang dasarnya bodinya menyiku dinamis, namun Wiwin pintar memadukan warna sehingga tekstur bodi makin menonjol. Ini memang salah satu andalan Wiwin. Simak tuh kontur buntut belakang yang memiliki lekuk aduhai. Terlihat eksoStoptis grafis warna senada shroud.

Untuk bodi, modifikator yang gape karate ini sebenarnya tak rumit sendirian. Malah, boleh dibilang cuma me-retuoching aja. Sebab seluruh bodi digarap Agus DJ yang beken dengan bendera X-K Bike Design Purwokerto. Doi kan emang begawannya WJS. Demikian juga kaki-kaki, Nurfil semua dikerjakan Agus DJ yang jelas bukan Disc Jockey. Namun bukan berarti gampang buat Wiwin, sebab Wiwin permak ulang dudukan setiap bodi mulai tangki hingga buntut belakang. Ini yang harus dipikirkan njlimet oleh cowok yang masih suka melajang ini.

KOPLING HIDROLIK

Sebagai owner, Agung Wicaksono gak hanya tahu beres. Namun dia juga ikut urun rembug dalam pilihan bentuk bodi yang digarap sama X-K Bike Design dan sisi finishing oleh WP.

“Pilihan warna memang ide saya, karena suka oranye. Namun saya juga kadang ikut bantu atau sekedar cek komponen apa yang kurang. Jadi semuanya klop dan saya puas” papar Agung yang juga pemilik bengkel Tengiel Speed di Jl. Gunung Tugel No. 13, Purwokerto.

Termasuk aplikasi kopling hidrolik karya agung sendiri. “Komponenya menggunakan master rem motor lantas disambung slang rem yang cara kerjanya layaknya kopling biasa. Namun lebih ampuh dan halus,” promosi Agung.

Lho, kok malah jualan?

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 110/70-17
Ban belakang : Swallow 160/70-17
Sok depan : Suzuki GSX400
Sok belakang : Aprilia
Lampu depan : Custom
Lampu belakang: Honda Revo
Setang : Renthal
Swing-arm : Aprilia
Knalpot : Custom
WP : 0815-4888-6755

Penulis/Foto : Andika

:. YAMAHA JUPITER MX-135 2007 (BANGKALAN)

KEPINCUT MOTOR SPORT

5725mx-madura_candra01.jpgTernyata sosok Yamaha Jupiter MX 135 belum membuat hati seorang Muhammad Juhri puas. Meski motor ini sudah mengusung spesifikasi mesin lumayan gede di kelasnya, yakni 135 cc, tetap saja bergender bebek. "Kurang macho, masih terkesan cemen," jujur Juhri.

Alasan tersebut membuat Juhri ngebet ingin punya besutan bergender sport. Tidak lantas melego motor kesayangan, terus beli motor sport baru. Tapi, Juhri punya ide untuk merombak habis-habisan besutan kesayangannya ini. Jalur yang dipilih tentu modifikasi transexual yang sekarang memang banyak perlakunya.

Makin klop saat Juhri bertemu Ahmad Muhaimin komandan Sinjay Rest Modification. Maklum, modifikator baru berbakat asal Bangkalan ini berorasi memberikan janji-janji bak para politikus zaman sekarang. Asal gak keterusan boongnya seperti para politikus itu bro!5727mx-madura_candra03.jpg

"Pokoknya, dijamin bisa, beres deh pokoknya. Merombak MX menjadi seperti motor sport itu mah eces, tak iyeh," koar builder yang disapa Imin.

Ternyata, bukan sekadar janji. Tentu, apa yang diomongkan Imin bukan isapan jempol belaka. Ada buktinya, gak percaya monggo dipelototin besutan kesayangan Juhri. Ini sebuah karya yang tidak bisa disepelekan.

Imin sukses menyulap MX menjadi motor sport berfairing, acuannya adalah Yamaha M1 yang kesohor. Untuk menyulap sebuah motor bebek menjadi sport seperti itu, katanya dibutuhkan ketelitian dan kreatifitas tinggi.

5726mx-madura_candra02.jpgMeski rombakan besar-besaran terjadi, tapi Imin tidak mau gegabah dan ambil jalan pintas. "Sebisa mungkin mempertahankan rangka asli untuk tidak diotak atik. Tapi, ada penambahan rangka terutama di sektor centerbone, fungsinya sebagai dudukan tangki," papar putra pemilik warung bebek goreng Sinjay yang sangat terkenal itu. Kalau brother jalan-jalan ke Pulau Madura, kurang lengkap jika belum mampir di warung ini. Slurppp, jadi lapar nih ngebayangin bebek gorengnya.

Kembali lagi ke urusan modif. Memang, untuk urusan ganti kelamin ini hal paling utama keberadaan tangki. Makanya, meski merubah posisi, Imin mengaku tetap mempertahankan yang asli. "Hanya biar matching dengan desain bodyworknya, tangki orsi yang sudah pindah tempat ini kemudian dikondom dengan fiber. Sama dengan bodikit model M1 ini yang juga berbahan fiberglass," tambah bro dari bengkelnya di Jl. Raya Getengan No. 45, Bangkalan,Madura.

Imin punya alasan tersendiri mengapa pengerjaan tangki ini dilakukan terlebih dahulu. Karena, jika urusan tangki beres, mendesain bodywork seperti yang diinginkan menjadi lebih mudah.

Seperti permintaan si empunya motor, Yamaha M1 menjadi acuannya. "Tapi biar sesuai dengan dimensi rangka dan kapasitas mesin MX 135, jadi ukurannya disesuaikan. Makanya, setelah motornya jadi dimensinya lebih kecil. Kalau dibuat jalan selalu membuat orang yang melihat bertanya-tanya motor apa? Karena dimensinya tidak lazimnya motor sport yang mestinya lebih gede," jujur Imin yang pengantin baru itu.

Ada sektor lain yang tak kalah penting dan harus ada untuk sebuah motor sport. Imin telah memperhitungkan secara detail kerjaannya ini. Makin, meyakinkan saat deltabox berbahan fiber turut mengisi daerah di bawah tangki.

Swing-arm menjadi sektor yang paling akhir dijamah. Untuk memangkas pengeluaran, baik Juhri maupun Imin sepakat agar seminim mungkin mengaplikasi part aftermarket. Akhirnya sepakat untuk mencustomnya saja. Sing penting cocok ta iye!

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Mizzle 110/70-17
Ban belakang : Mizzle 130/70-17
Pelek depan : Sprint 2,00x17
Pelek belakang : Sprint 2,25x17
Sok depan : Yamaha RX-King
Cakram depan : Iron Eagle
Kaliper depan : Nissin
Setang : Ninja KRR
Footstep : Yoshimura
Sinjay Rest : 0856-4844-5905

Penulis/Foto : Ronie/Candra

Recomendasi

Artikel terbaru

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget