Mesin Pencari

Artikel lainnya

Saturday, May 15, 2010

Butuh 200.000, Baru Ada 2.500 Dokter Mata

Butuh 200.000, Baru Ada 2.500 Dokter Mata
JAKARTA, KOMPAS - Idealnya, dengan 1 : 100, dibutuhkan lebih dari 200.000 dokter mata, sementara saat ini baru ada sekitar 2.500 dokter. Demikian diungkapkan Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia Dr Tjahjono Gondhowiardjo di Jakarta, Jumat (14/5).
Dalam pertemuan Gerakan Matahati dengan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di kantornya, terungkap pula kondisi kesehatan mata penduduk Indonesia. Selain belum terpenuhinya jumlah dokter, juga dibahas masih memusatnya dokter mata di perkotaan, 1.280 dokter berada di kota, fasilitas kesehatan mata yang belum memadai, dan perlunya pengikutsertaan dokter umum di daerah agar mereka punya keahlian khusus mata.
Menkes menyambut baik dan mendukung Gerakan Matahati dan bersedia menjadi pelindung. Diluncurkan sejak awal Agustus 2008, gerakan itu sampai akhir 2009 telah mengoperasi 2.175 penderita katarak secara gratis. Direncanakan sampai akhir tahun ini mencapai 10.000 orang, dilakukan di 17 provinsi, di 43 kota. Biaya operasi katarak Rp 5 juta satu kali operasi bisa gratis karena keterlibatan Perdami, rumah sakit setempat, dan penyumbang dana.
Selain katarak, Menkes mengingatkan juga kondisi kesehatan mata penduduk Indonesia. Di antaranya, 10-28,5 persen anak kelas I-VI SD belum mendapatkan kacamata. Padahal, kalau sedini mungkin mereka memperoleh bantuan kacamata, banyak faktor kualitas hidup segera tertangani. Dia berharap, Gerakan Matahati dengan langkah awal operasi katarak bisa ikut memberikan perhatian atas kondisi ini.
Gerakan Matahati merupakan kerja sama Kompas Gramedia, Yayasan Lions Indonesia, Perdami, dan harian Gu Ji Ri Bao; gerakan cinta kasih dan peduli atas kesehatan mata di Indonesia.
Gerakan ini berjalan berkat bantuan donatur yang peduli pada perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia, terutama kesehatan mata. Hadir dalam rombongan Gerakan Matahati, antara lain, dua penasihat gerakan, Pandji Wisaksana dan Dr Tjahjono Gondhowiardjo, serta para pelaksana. (STS)

No comments:

Post a Comment

Recomendasi

Artikel terbaru

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget